PROF MAHFUD MD MENJADI DEWAN PENYANTUN USM


SEMARANG – Prosesi wisuda yang terbagi lima tahap ini diselenggarakan di Auditorium Ir Widjatmoko, Jalan Soekarno Hatta Semarang. Selain dari civitas akademika USM, acara itu juga dihadiri oleh Prof Dr Mohammad Mahfud MD S.H S.U, hadir di acara Wisuda ke-55 Universitas Semarang (USM) di kampus Jl. Soekarno-Hatta Pedurungan.

Wisuda USM kali ini diikuti sebanyak 1.547, terdiri dari 71 lulusan Program Diploma III, 1388 lulusan Program S1, 88 lulusan Program Magister (S2).

Mantan Ketua Makamah  Konstitusi periode 2008-2013, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, SH,SU yang akrab disapa Mahfud MD tersebut. Kehadiran mantan Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional ini, selain memberikan orasi ilmiah juga menerima SK pengangkatan sebagai Ketua Dewan Penyantun yang langsung diserahkan oleh Ketua Pembina  Yayasan Alumni UNDIP, Prof. Dr. Muladi didampingi oleh Rektor USM Andy Kridasusila SE MM.

Saat memberikan sambutan Muladi menyampaikan harapan kepada Mahfud MD agar tidak ragu-ragu dalam membantu memajukan USM. “Semoga dengan kehadiran bapak sebagai Ketua Dewan Penyantun di USM akan mempercepat proses terealisasinya usulan pendirian Fakultas Kedokteran” harapnya.

Diangkatnya Mahfud MD sebagai Ketua Dewan Penyantun USM diapresiasi Koordinator Kopertis VI, DYP Sugiharto.  “Saat ini USM telah memiliki dua tokoh nasional, Prof. Muladi dan Prof. Mahfud sebagai mantan Menteri. Hal ini tentu bermakna dan berimplikasi untuk menjaga marwah dan kehormatan beliau.” Katanya

Menurut orang nomor satu di jajaran Kopertis VI tersebut, untuk penyelenggaraan Wisuda ke-55 kali ini merupakan forum yang istimewa, Insya Allah kehadiran kedua tokoh nasional ini menjadi  berkah bagi wisudawan untuk mengikuti jejak beliau sebagai tokoh nasional.

Dalam orasinya Mahfud MD menyampaikan, kunci sukses dalam menghadapi kehidupan adalah tidak takut terhadap tantangan dan resiko, serta berani berjuang dan tidak takut gagal. “Orang sukses adalah oran yang mau bekerja keras untuk kemajuan diri.” tegasnya

Ia menambahkan, seseorang harus memiliki rendah hati, karena dengan memiliki kriteria rendah hati seseorang memiliki percaya diri akan tetapi selalu hormat terhadap orang lain, tidak merasa paling pintar dan tidak menonjolkan diri.

“Berbicara soal tentang filsafat pendidikan itu mencerdaskan kehidupan bukan mencerdaskan otak. Ketika kita berilmu tidak semua hal bisa rasional karena kita harus sadar bahwa ada yang disebut IMAN,”tambahnya.